Traveling

09 September 2016

KISAH : Cara Memandang Nasib

"Janganlah Terlalu cepat dengan membuat kesimpulan dengan apa yang kamu lihat"

Kisah ini saya ambil dari salah satu media sosial dan telah lama menjadi viral di dunia maya. Mungkin kisah ini tidak begitu asing bagi pengguna aktif media sosial atau mungkin para pengunjung blog sudah pernah membacanya.
Tanpa mengurangi rasa hormat, saya mencoba memposting ulang kisah ini ke dalam blog yang sederhana ini.

Ini adalah  sebuah kisah yang akan mengetuk pintu hati kita.
kisah ini begitu menarik bagi penulis khususnya, karena di dalam kisah ini ada sebuah pesan, hikmah dan pelajaran tauhid  yg sangat bernilai  yang terkandung di dalamnya.
Bacalah kisah ini dengan seksama, dan anda akan tersadar bila selama ini kurang bersabar dan tidak memandang nasib sebagai suatu hal yang dipantaskan untuk kita.

oke, Ini lah Kisahnya,,, SELAMAT MEMBACA......



Dahulu kala, ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yang sangat cantik dan gagah..

petani

Suatu hari, seorang saudagar kaya ingin membeli kuda itu dan menawarkan harga yang sangat tinggi.. Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya.. Teman-temannya menyayangkan dan mengejek karena dia tidak menjual kudanya..


kuda putih

Keesokan harinya, kuda itu hilang dari kandang nya..

Maka teman-temannya berkata : "Sungguh jelek nasibmu, padahal kalau kemarin kamu jual, pasti kamu sudah kaya, sekarang kudamu sudah hilang.."
Si petani miskin hanya diam saja tanpa komentar...

Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali , bersama 5 ekor kuda liar lainnya..
Lalu teman-temannya berkata : "Wah..! Beruntung sekali nasibmu, ternyata perginya kudamu membawa keberuntungan.."
Mendengar ucapan dari teman-temannya itu,lagi-lagi Si petani hanya diam saja...

Beberapa hari kemudian, anak si petani yang sedang melatih kuda-kuda baru mereka terjatuh dan kakinya patah..
Teman-temannya berkata : "Rupanya kuda-kuda itu membawa sial, lihat sekarang anakmu kakinya patah.."
Seperti biasa, Si petani tetap diam tanpa komentar..

Seminggu kemudian terjadi peperangan di wilayah itu, semua anak muda di desa dipaksa untuk berperang, kecuali si anak petani karena tidak bisa berjalan.
Lalu, teman-temannya mendatangi si petani sambil menangis : "Beruntung sekali nasibmu karena anakmu tidak ikut berperang, kami harus kehilangan anak-anak kami.." Ucap teman-temannya lagi

Barulah Si petani kemudian berkomentar :

"Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan dengan mengatakan nasib baik atau jelek..
Semuanya adalah suatu rangkaian proses yang belum selesai...
Syukuri dan terima keadaan yang terjadi saat ini..
Apa yang kelihatan baik hari ini belum tentu baik untuk hari esok..
Apa yang buruk hari ini belum tentu buruk untuk hari esok..

Tetapi yang pasti, ALLAH paling tahu yang terbaik buat kita...
Bagian kita adalah, mengucapkan syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki ALLAH di dalam hidup kita ini..

Jalan yang dibentangkan ALLAH belum tentu yang tercepat, bukan pula yang termudah.... 
tapi sudah pasti yang terbaik..."

Selama kita masih percaya kalo Allah selalu menyertai perjalanan kita. Kita tidak perlu khawatir, karena Allah tahu hal apa yang terbaik buat kita.
Hal yang pertama dan terutama adalah iman kita.
Apapun yang kita hadapi selama kita masih punya iman maka segalanya akan segera berlalu dan diberikan solusi yang terbaik olehNya.


Semoga dapat memetik pelajarannya....


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : KISAH : Cara Memandang Nasib