Sunarclub.com-Garam dan Telaga. Ini adalah sebuah kisah inspiratif yang akan menginspirasi kehidupan kita. Kehidupan ini tidak terlepas dari yang namanya masalah. Masalah dalam kehidupan kita ibarat segenggam garam yang rasanya begitu pahit. Asam garam kehidupan pasti di lalui oleh setiap orang untuk melalui itu semua kita harus mempunyai wadah hati seluas telaga. sehingga pahitnya garam kehidupan tidak akan begitu terasa jika kita punya hati seluas telaga.
Oke simaklah cerita Garam dan Telaga di bawah ini, Enjoy Reading !!!
Garam dan Telaga: Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan ekspresi wajah yang suntuk. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak tua yang bijak hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduk perlahan.
"Coba minum ini, dan katakan bagaimana rasanya", kata Pak tua itu.
"Pahit, pahit sekali", jawab tamu sambil meludah kesamping.
Pak tua itu sedikit tersenyum, lalu ia mengajak tamunya untuk berjalan di tepi telaga di dalam hutan dekat dari rumahnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Pak tua itu lalu kembali menaburkan segenggam garam kedalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu.
"Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah". Saat tamu itu selesai meneguk air, Pak tua berkata lagi, "Bagaimana rasanya?".
"Segar", sahut tamunya.
Dengan bijak Pak tua itu menepuk-nepuk punggung anak muda, lalu ia mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu.
"Anak muda, dengarlah, pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan akan memang tetap sama. Tapi kepahitan yang kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan, lapangkanlah dadamu menerima semuanya, luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu."
Pak tua itu kembali memberikan nasehat, "Hatimu adalah wadah itu, perasaanmu adalah tempat itu, kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."
Keduanya lalu beranjak pulang, mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak tua si orang bijak itu kembali menyimpan "segenggam garam" untuk anak muda yang lain yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.
Terima kasih telah membaca artikel Kisah Garam dan Telaga
Semoga setelah membaca kisah ini kita dapat mengambil sebuah hikmah atau pesan yang terkandung dalam Kisah Garam dan Telaga. dan merefleksikannya kedalam kehidupan kita.
Salam Sukses untuk kita semua
[http://sunarclub.blogspot.co.id/2016/10/kisah-motivasi-garam-dan-telaga.html]
